Aku terlahir sebagai sulung dari tiga bersaudara dan besar di lingkungan keluarga Melayu Belitong yang sederhana.
Kami melewatkan masa kecil hingga menjelang dewasa di sebuah kampung yang dibelah oleh jalan gang yang ketika saya kecil dulu masih berupa tanah merah atau tanah loko. Jalan itu bernama Gang Perai, yang sekaligus pula menjadi nama kampung kami.
Gang Perai–seperti halnya kampung lain di Belitong- meskipun dekat dengan pusat kota Tanjungpandan, namun tampak menghijau oleh kerimbunan tanaman hutan dan tanaman kelekak.
Disamping rumah kami saat itu masih bisa dijumpai pohon buah-buahan dan tanaman hutan lain seperti Kelingsutan, Rukam, Rambai, Cempedak, Pohon Karet, Kabong, Kapok, dan Bangek. Sementara pagar kebun Buter kami– yang dalam bahasa Belitong disebut rajak– terbuat dari susunan batang Pelawan dan Batang Renggadaian muda. Dari jauh pagar itu tampak hijau sedikit keunguan oleh daun dan bunga Sekentut, si pohon rambat.

Di halaman depan rumah, terdapat sebatang pohon sawo besar yang rindang. Akarnya kekar mencuat dari dalam tanah. Sementara daunnya menaungi hampir separuh luas halaman. Menciptakan keteduhan bagi siapapun dibawahnya, khususnya anak-anak yang sering bermain rumah-rumahan atau sekolah-sekolahan. Buahnya besar-besar dan lebat sepanjang tahun seolah tak kenal musim. Menurut Umak–panggilan untuk Ibu kami–Almarhum Kakek lah yang menanam pohon sawo ini sebagai peringatan atas kelahiranku sebagai cucu pertama beliau.
Yang menarik perhatian adalah sebuah pemandangan unik di kebun kami. Di bagian depan yang berdekatan dengan jalan, tumbuh sebatang pohon Lais. Sejenis pohon pandan berduri tajam yang biasanya tumbuh di rawa-rawa dimana daunnya sering dipergunakan orang sebagai bahan untuk membuat tikar dan karong sumpit. Karong Sumpit adalah peralatan rumah tangga tradisional Belitong, yaitu sejenis karung atau kantong besar yang umumnya dipakai sebagai wadah untuk membawa dan menyimpan beras.
Pohon Lais ini tampak cukup besar dan rimbun, yang seakan-akan sengaja tumbuh disitu untuk mengurung dan melindungi sebuah Pohon Kelingsutan. Satu jenis pohon buah-buahan hutan yang buahnya terasa manis-manis asam dengan warna buah merah tua kehitaman jika sudah masak.
Fenomena alam yang sedikit rumit, dimana Kelingsutan menggoda dengan buahnya ranumnya sementara Lais menghalangi dan menyakiti dengan duri tajamnya. Sehingga untuk mendapatkan buah ranum Kelingsutan kamipun harus berjuang menepis daun lais dan sekali-kali merasakan perih saat durinya menusuk kulit.
Masa berganti. Lais dan Kelingsutan kini hanya tinggal sekelumit cerita. Bagian dari kisah kenangan masa kecilku yang begitu indah dan penuh warna.
Jalan sepanjang kampung kami yang dulunya berupa tanah loko lalu gelap gulita di waktu malam itu, kini tampak megah dengan aspal berkualitas hotmix lengkap dengan lampu penerangan jalannya yang terang benderang. Sudut-sudut kampung yang dulu sepi dan tampak temaram oleh lampu pelita, lampu semprong dan sinar petromak sampai pukul 12 malam, kini tampak semarak dengan lampu listrik berbagai jenis dan makin hidup dengan siaran televisi hampir 24 jam sehari.
Sungguhpun pembangunan dan modernisasi berangsur-angsur membuat kampong kami makin maju dan berkembang namun kampung kami sampai saat ini masih tetap asri dan indah dari waktu ke waktu.
Gang Perai yang indah dan selalu kurindukan. Dengan kehidupan masyarakat dari berbagai golongan sosial, mata pencaharian dan suku bangsa yang sudah sejak dahulu hidup berdampingan dengan damai dan begitu bersahaja.

Salam Kenal,
P Sudharmayudha,
saya belum pernah ke Belitung, dari informasi di web dan dari teman2 yg sdh pernah berkunjung membuat saya tertarik mengunjungi Belitung dgn teman2.
Saya sedang mencari peta jalan di belitung tapi blm ketemu, yg ada di gramedia tdk lengkap dan kalau dibandingkan dgn peta2 lain yg saya dapat dari Internet banyak ketidak cocokan (nama2 tempat dll)
Dimana ya Pak mencari peta jalan yg lengkap? Peta jalan yg cukup lengkap hanya untuk bagian barat, bagian timur blm saya dapat.
Saya berencana menjelajah keliling Belitung terutama daerah pesisir & tdk menggunakan biro tour/travel.
Terimakasih.
Danny
silahkan dtang dan melihat pulau kami… oktober ini ada acara sail indonesia di salah satu pantai terkanl di sana Tanjung Kelayang. Terima kasih
silahkan dtang dan melihat pulau kami… oktober ini ada acara sail indonesia di salah satu pantai terkanl di sana Tanjung Kelayang. Terima kasih